Umat Muslim di Dunia Menjalani Ramadan 2024 ditengah Keprihatinan Konflik Gaza

Silhouette of muslim man praying

World's Muslims celebrate Ramadan 2024 amid concern over Gaza conflict Source: iStockphoto / Getty Images/FOTOKITA

Umat Muslim kembali menyambut Bulan Ramadan, termasuk komunitas Muslim Indonesia di Australia. Namun kakli ini suasan Ramadan diselubungi oleh kekhawatiran.


Tahun 2024 ini, suasana menjalankan ibadah Ramadan agak berbeda dikarenakan beberapa sebab.

Ramadan kali ini jatuh di waktu awal musim gugur yang merupakan siang hari terasa lebih panjang dan adanya keprihatinan terhadap isu kemanusiaan di Palestina.

Pada akhir Februari lalu, diumumkan bahwa acara buka bersama atau Iftar dinner yang biasanya diselenggarakan oleh Premier Negara Bagian Victoria, dibatalkan karena adanya boikot oleh lebih dari 100 organisasi Islam di Victoria.

Termasuk diantara organisasi yang menandatangani surat pernyataan yang menentang atau memboikot acara Iftar tersebut adalah Indonesian Muslim Community of Victoria (IMCV).

Andri Nursafitri from Indonesian Muslim Community of Victoria (IMCV)
Andri Nursafitri from Indonesian Muslim Community of Victoria (IMCV)

“(Pemboikotan ini) menjadi semacam rasa solidaritas yang kita tunjukkan sebagai salah satu kelompok masyarakat Muslim yang cukup besar di Victoria,” jelas ketua Andri Nursafitri.

LISTEN TO
11MAR23 PUDAK - RAMADHAN image

Menunaikan Ibadah Puasa di Era Digital Disruptif dan di Luar Indonesia

SBS Indonesian

14/03/202410:06

Ami, yang selama beberapa bulan ini aktif dalam menggalang kelompok Mums For Palestine, bercerita bahwa situasi prihatin di Palestina sungguh mempengaruhi suasana hatinya dan juga suasana Ramadan.

 “Kemarin saya liburan ke Indonesia yang biasanya selalu hanging out sama teman, tapi I don’t feel like it anymore,” jelasnya.

Alih-alih bertemu dan berfoto-foto dengan teman-teman seperti biasanya saat di Indonesia, Ami malah sibuk membantu acara Mums For Palestine di Melbourne dari Indonesia.


Ami, member of  Mums For Palestine
Selain itu, banyak juga acara penggalangan dana yang dilakukan oleh komunitas Indonesia di Victoria untuk membantu mereka yang terjebak suasana konflik di Palestina.

Bahkan, keprihatinan terhadap situasi Palestina juga mendorong beberapa dari mereka yang non muslim untuk berpartisipasi dalam berpuasa, sebagai bagian dari aksi solidaritas. Salah satunya adalah Rose Beckwith.

“Sebagai seorang Katolik, alasan saya berpuasa meskipun saya non muslim sebenarnya sangat pribadi. Hati saya sangat tergerak melihat penderitaan masyarakat Palestina. Keimanan mereka sungguh memberikan inspirasi bagi saya,” jelas Rose.


“Saya melihat situasi di Palestina, terutama penderitaan anak-anak kecil yang kesulitan memperoleh makanan, bahkan anak-anak yang lebih muda dari anak saya sendiri, mereka berpuasa terus-menerus karena terpaksa. Saya masih kesulitan berpuasa dari fajar hingga matahari terbenam tetapi sekarang sudah mulai terbiasa. Saya merasakan manfaatnya juga, karena saya merasa lebih khidmat, fokus dan berempati pada mereka yang merasakan lapar.”

Share