SBS Examines: Seperti Apa Sebenarnya Australia bagi Migran Penyandang Disabilitas?

Patient using wheelchair moving in hospital courtyard

Migrants with disability are exposed to health screening processes that could impact their ability to stay in Australia. Source: iStockphoto / Vukasin Ljustina/Getty Images

Get the SBS Audio app

Other ways to listen


Published 2 April 2025 11:27am
Updated 2 April 2025 11:30am
By Nicola McCaskill
Presented by Tia Ardha
Source: SBS


Share this with family and friends


Para penggiat dan pakar disabilitas mengatakan stigma budaya dan undang-undang migrasi membuat para migran penyandang disabilitas semakin dikecualikan dan terpinggirkan.


Dengarkan
indonesian_sbs_examines_migrant disability image

SBS Examines: Seperti Apa Sebenarnya Australia bagi Migran Penyandang Disabilitas?

SBS Indonesian

02/04/202508:21
Stigma yang sudah mengakar dan tabu budaya merupakan beberapa hambatan terbesar untuk mendapatkan dukungan bagi penyandang disabilitas di komunitas migran.

“Bahkan jika mereka tahu bahwa dukungan itu tersedia, kecil kemungkinannya [para penyandang disabilitas] mengaksesnya, karena mereka merasa akan mempermalukan diri mereka sendiri,” Vanessa Papastavros, manajer program nasional dari program disabilitas 'Speak My Language', mengatakan kepada SBS Examines.

“Diantara para pengasuh dari keluarga yang memiliki penyandang disabilitas, mereka juga akan membatasi penyandang disabilitas dari kegiatan atau pengalaman sosial, karena mereka sangat takut akan mengalami stigma dari anggota masyarakat lainnya.”
Mark Tonga, seorang migran asal Fiji, mengatakan teman-teman di komunitasnya memperlakukannya secara berbeda setelah cedera tulang belakang yang menyebabkannya mengalami tetraplegia.

"Orang-orang panik ketika mereka tidak tahu bagaimana menghadapinya," katanya.

Namun, ia mengatakan bahwa cederanya bukanlah yang dapat menghambatnya – melainkan kurangnya akses.
The world has a disability. We don’t have a disability.
“Ketika Anda memiliki sebuah gedung, dan ada orang di dalam gedung itu yang berkata: ‘oh, orang-orang dengan disabilitas tidak akan masuk ke sini.’ Nah, buatlah jalan masuknya, mate… dan kami akan masuk ke situ!”

Kendala lain bagi para migran yang memiliki disabilitas atau kondisi kesehatan kronis adalah Persyaratan Kesehatan Migrasi.

Ini adalah ukuran berapa biaya yang harus dikeluarkan masyarakat Australia untuk memenuhi kebutuhan medis seseorang.

Agen migrasi dan advokat, Dr Jan Gothard, mengatakan persyaratan tersebut diskriminatif.

“Hal itu membuat penyandang disabilitas merasa terkecualikan atau terpinggirkan,” ujarnya.

“Hal itu juga mengirimkan pesan kepada masyarakat bahwa orang-orang yang memiliki kondisi kesehatan dan disabilitas sebenarnya merupakan beban bagi masyarakat.”

Episode SBS Examines kali ini membahas tantangan unik yang dihadapi oleh para migran penyandang disabilitas di Australia.


Dengarkan  setiap hari Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu jam 3 sore.
Ikuti kami di  dan , serta jangan lewatkan kami.

Share